
Hujan, perubahan cuaca basah dan kering memicu para satwa untuk berpindah tempat sembunyi dan cari mangsa. Tak terkecuali ular yang merupakan satwa liar dengan habitat terdekat dengan manusia.
Berikut pengetahuan dasar tentang ular:
1. Ular pada dasarnya takut pada manusia, dia tidak dengan sengaja memasuki pemukiman warga jika tidak ada mangsa disana.
2. Ular tidak membuat sarang, juga tidak tinggal menetap membuat teritori seperti musang misalnya. Ular adalah satwa nomaden yang tempat tinggal cari makannya selalu berpindah-pindah.
3. Ular adalah satwa soliter, tidak berkelompok, tidak tinggal bersama induknya. Sejak menetas telur dia sudah hidup sendiri. Induknya pun tidak mengerami dan menetap, jadi tidak perlu ditakuti.
4. Ular selalu berganti kulit, durasi 30-40 hari tergantung makanan dan perkembangan badannya. Bekas Kulit yg ditemukan di dalam rumah/ garasi/kebun tidak berarti bahwa ularnya masih disana. Ular akan berpindah mencari makan setelah berganti kulit.
5. Ular tidak suka bau menyengat yang menganggu indra penciumannya. Karenanya area yang wangi dan bersih tidak disukai ular untuk tempat sembunyi. Begitu juga sebaliknya, ular suka sudut/lubang/ area yang lembab gelap dan jarang di bersihkan di dalam rumah.
6. Pasang jebakan tikus untuk mengurangi populasi tikus di dalam dan di lingkungan rumah karena bau tikus mengundang kehadiran ular ular liar di sekeliling hunian.
7. Tidak perlu panik jika melihat ular di kebun kosong sbelah rumah, pagar cluster, tepi sungai selokan sekitar rumah karena itu habitat mereka. Justru jika area ini di bersihkan, ular malah akan masuk ke dalam rumah mencari makanannya. Biarkan ular hidup berdampingan dengan kita di habitatnya.
8. Jika kita tinggal di tepi sawah/ kebun terbuka, maka langkah rutin pembersihan di dalam rumah menjadi aksi aktif mencegah ular masuk rumah, bukan dgn menangkapi ular yg disawah.
9. Jika bertemu ular di dalam rumah maka lakukan 3 Langkah Penting
a. STOP (Silent – Think – Observe – Prepared).
b. Foto ular dr jarak aman tapi jangan di pegang, amati arah pergerakannya
c. Panggil tim Snake Rescue KERINDO di no WA: 0811-1047-795.
10. Jika ada yang tergigit ular maka tindakan pertama gigitan ular saat di rumah adalah sebagai berikut :
a. Jangan Panik.
b. Jangan Diikat
c. Jangan disobek/ insisi
d. Jangan disedot / hisap
e. Lakukan pembidaian / imobilisasi
f. Jangan tergesa gesa dibawa ke rumah sakit. Tenangkan korban, jangan digerakkan.
Jika ular yang menggigit Tidak Berbisa, maka penanganannya:
a. Bersihkan luka dengan antiseptik
b. Perhatikan titik luka ada gigi ular yg tertinggal kah ? Kalo iya, gunakan kartu atm
c. Untuk mengeluarkan gigi yg tertinggal dengan cara menggeser tekan pelan agar gigi terlepas.
d. Jika ada pendarahan terbuka karena luka sobek akibat gigitan ular besar, lakukan 3T ( Tekan – Tahan – Tinggikan). Upaya menghentikan pendarahan terbuka sangat penting di menit2 pertama penanganan agar korban tidak kehabisan darah.
e. Bawa ke RS/ fasilitas kesehatan untuk penanganan pendarahan terbuka.
f. Tidak perlu di beri Serum Anti Bisa Ular / Biosave karena ular yg menggigit tidak berbisa.
g. Jika pihak medis menyarankan diberi Serum antibisa ular, pasien dan keluarga boleh menolak dengan mengisi form khusus.
h. Korban diminta istirhat dan diberi asupan makan minum yang bergizi
11. Jika Digigit ular berbisa tinggi :
a. Tenang kan korban
b. Amankan ular yg menggigit, jangan sampe ada korban lagi atau tertangani dgn tidak baik.
c. Lakukan pem-Bidaian, pemasangan dua bilah kayu/bambu/ penanahan lain di sekitar luka dan di balut dengan perban/ mitela kain. Sendi sekitar Daerah Luka gigitan janagn digerakkan. Ini untuk mempertahankan hanya di Fase Lokal.
d. Baringkan korban, jangan tergesa gesa dipindahkan
e. Jaga ABC ( Airway : Buka jalan nafas, Breathing : pastikan korban bisa bernafas dengan lancar, Circulation : pastikan sirkulasi udara baik)
f. Panggil ambulance, jelaskan situasinya dan pastikan korban tidak banyak bergerak. Perjalanan ke fasilitas kesehatan harus dilakukan dengan hati hati dan kondisi pasien stabil agar tidak fatal.
g. Setelah di fasilitas kesehatan akan di observasi 2 x 24 jam. Tindakan medis didasari hasil cek darah dll.
h. Jika penanganan pertama ini benar, dan korban tidak masuk fase Sistemik (berdasarkan hasil cek lab di RS) maka korban tidak perlu di beri Serum Anti Bisa Ular.
i. Jika masuk sistemik, maka harus diberi Serum Anti Bisa Ular.
Catatan:
Indonesia memiliki lebih kurang 77 spesies ular berbisa tinggi.
a. Tapi, Indonesia baru memiliki serum anti bisa ular untuk 3 spesies ular saja yaitu ular Kobra – Ular Welang – Ular Tanah.
b. Selain 3 ular itu, serum harus import dari luar negri
c. Tujuan Imobilisasi/ pembidaian saat menit2 pertama kegigit ular agar efek gigitan di korban hanya sampai Fase Lokal saja. Jika bisa dipertahankan di fase lokal, maka tidak perlu SABU.
d. Korban harus tetap di bawa ke RS untuk observasi selama 2 x 24 jam
Search Knowledge Base Articles
Job Safety Analysis (JSA) Bekerja di Lingkungan terdapat Ular
Did you find this article useful?
Related Articles
-
Job Safety Analysis (JSA) - Prosedur Menggunakan Perancah
Urutan Dasar Langkah Kerja Risiko yang terkait Tindakan / Prosedur Pencegahan yang direkomendasikan 1 Memeriksa dan memakai Alat Pelindung Diri (... -
Job Safety Analysis (JSA) - Pembersihan Façade Gedung
Urutan Langkah Kerja Identifikasi Bahaya Pengendalian Bahaya Yang Diperlukan 1 Persiapan 1.1 Tersandung saat menyiapkan peralatan 1.1.1 Peralata... -
Job Safety Analysis (JSA) - Bekerja di Ketinggian menggunakan Akses Tali (Rope Access)
Urutan Dasar Langkah Kerja Risiko yang terkait Tindakan / Prosedur Pencegahan yangdirekomendasikan 1 Periapan (Pengangkatan peralatan) 1.1 Terja... -
Contractor Safety Management System
... -
Job Safety Analysis (JSA) Bekerja di Ruang Terbatas
Ruang terbatas biasanya didefinisikan sebagai ruang yang tidak dirancang untuk hunian terus menerus dan sulit untuk masuk dan keluar. Ruang terbatas...